Kamis, 11 Februari 2016

Hujan pagi ini mengusik heningku. Lama otak ini tak terasah kata kata indah, lama jiwa ini seolah rapuh dan lumpuh. Entah mengapa pagi ini jemari tangan ku seolah gatal untuk membuat sedikit coretan, yang tak peduli itu bermakna atau tidak. Bisa tak bermakna karena memang tak ada "nyawa" di dalamnya, tak ada arah yang dituju. Bukan... bukan karena galau atau baper seperti anak sekarang katakan, tapi... memang tak ada "nyawa" dan arah. Mungkin hujan hanya menggodaku,disaat ku penat yang entah tak jelas kenapa. Mungkin juga karena banyak kata yang terucap dan tertahan untuk terucap...
Hujan menepiskan semburat mentari pagi
Menemani gemercik air dengan secangkir kopi
Menginsirasi pujangga akan sebait puisi

"phantom van ad 110216"