Kamis, 11 Februari 2016

Hujan pagi ini mengusik heningku. Lama otak ini tak terasah kata kata indah, lama jiwa ini seolah rapuh dan lumpuh. Entah mengapa pagi ini jemari tangan ku seolah gatal untuk membuat sedikit coretan, yang tak peduli itu bermakna atau tidak. Bisa tak bermakna karena memang tak ada "nyawa" di dalamnya, tak ada arah yang dituju. Bukan... bukan karena galau atau baper seperti anak sekarang katakan, tapi... memang tak ada "nyawa" dan arah. Mungkin hujan hanya menggodaku,disaat ku penat yang entah tak jelas kenapa. Mungkin juga karena banyak kata yang terucap dan tertahan untuk terucap...
Hujan menepiskan semburat mentari pagi
Menemani gemercik air dengan secangkir kopi
Menginsirasi pujangga akan sebait puisi

"phantom van ad 110216"

Minggu, 13 Januari 2013

Patangpuluh telu

   Hidup itu pasang surut, kadang diatas kadang dibawah. Ada suka ada duka, ada tawa ada tangis. Namun hidup juga terasa datar.. ketika tawa, tangis, diatas maupun di bawah berlalu cepat dan terus menerus tanpa henti. Tawa sebentar lalu menangis demikian lama... mengecap suka sesaat.. mengecap duka demikian lama. Semua harus dijalani..ini hidup harus dihadapi.
   Semua peristiwa pasti ada hikmahnya, tak ada kesuksesan tanpa ujian. Allah Maha Adil, dan Allah sangat sayang dengan hambaNya. Dia membiarkan air mata terus mengalir, Dia membiarkan hambaNya terus meratap, hanya agar hambaNya terus mengingat Nya. Bagaimana jika Dia memberikan tawa?bahagia tanpa henti? Apakah hambaNya akan terus mengingatNya? akan terus bersyukur?
    Pun do'a tidak sempurna, pun ratapan itu terasa hambar... namun tidak bagi Allah. Dia Yang Mengetahui yang terbaik bagi hambaNya. Apakah itu sekarang atau nanti, apakah di dunia atau di akhirat. Kita bisa mengatakan tidak, kita bisa beribu kali menolak, kita bisa mengatakan jijik namun apakah kita tahu bahwa yang kita katakan tidak, kita tolak dan kita jijik itu baik untuk kita? Kita boleh menjauh, menghindar...namun bagaimana jika Allah mendekatkan dan menyatukan?
     Kita tak pernah tahu dan tak akan pernah tahu, kadang menjadi amat sangat merasa lelah. Namun Allah tak pernah lelah mengasihi kita, tak pernah lelah mendengar do'a kita yang 'tak sempurna', tak bosan mendengar ratapan kita yang terasa hambar.
     Lelah.. ya lelah... menunggu entah sampai kapan...menangis sampai air mata mengering, meratap hingga tak bersuara. Namun.. jangan sampai Allah hilang dari hati kita, jangan sampai kita berhenti melafazkan Allah apapun yang kita alami..
     Semoga kita diridhoi Allah...Amin ya Rabbal Alamin.

Sabtu, 12 Januari 2013

After 2 years

     Dua tahun sudah berlalu... lama tak menggoreskan kata lagi... sejak kisah roti isi selai blueberry berakhir. Dua tahun bukan tanpa cerita, ada cerita 'iseng' namun ada cerita bidadari kecilku. Bidadari yang kutemukan ditempat baruku, bidadari yang awalnya hanya bisa diam membisu dan tersipu malu.
     Bidadari yang bisa membuatku berdiri dan berjalan tertatih lagi, yang membuatku mulai membuka 'mata'. Namun bidadari itu hanya sekedar lewat, tak hendak berhenti. Banyak yang membuat dia tak berhenti, mungkin salahku.... entah...
      Sampai detik ini masih ku berharap bidadari itu kembali, pun tak mungkin... Ku hanya bisa bermohon pada Pemilik Hati, pada Yang Kuasa meridhoi..Allah SWT. Kalaupun bidadari itu tak kembali ku hanya bisa berserah.. bukan menyerah... berharap Allah memberikan kisah indah di suatu hari....

Sabtu, 09 Januari 2010

Renjana

Renjana mengusik ku akan angan tentang mu,

ku tak mampu menepis kenangan indah itu,

rasa itu begitu kuat menggetarkan jiwaku..

Jiwa yang lemah tak setegar kesatria,

jiwa kanak-kanak yang tak beranjak dewasa,

jiwa yang terus berduka tak kunjung bahagia.

ku ingin hapus semua anganku,

ku ingin tutup kenanganku,

karna ku tau kau bukan takdirku

"phantom van ad 200708"

Sayangku

Sayangku…..
ku tahu kau tak miliki rasa itu,
senyum lembutmu tak bermakna,
kau hanya ingin dekat dengan ku,
ramah mu hanya tuk buat ku tak terluka,
Sayangku……
pun ku tak pantas untuk mu,
pun kau anggap aku tak ada,
biarkanlah ku tetap tersenyum pada mu,
biarkan tawa canda mu tetap ada,
agar hadirmu tak terhapus sang waktu

"phantom van ad 260408"

Tak ada

Duhai peri kecilku… indah nian senyum mu itu,
kau goda segenap jiwa ini dengan tatap mu,
kau buai diri ini dengan sapa lembutmu,
Duhai peri kecilku……jika semua ini tak bermakna,
jika semua itu hanya canda,
tak terbesit tuk menjadi nyata,
duhai peri kecilku…….jika memang cinta mu tak ada,
ku pun bimbang dengan rasa yang ada,
ku tak ingin ada yang terluka,
duhai peri kecilku……. ketika kelak kau bersikap,
ketika kau tak lagi butuhkan ku,
saat usai semua harap,
janganlah kau jauh dari ku….

"Phantom Van Ad 260408"