Minggu, 13 Januari 2013

Patangpuluh telu

   Hidup itu pasang surut, kadang diatas kadang dibawah. Ada suka ada duka, ada tawa ada tangis. Namun hidup juga terasa datar.. ketika tawa, tangis, diatas maupun di bawah berlalu cepat dan terus menerus tanpa henti. Tawa sebentar lalu menangis demikian lama... mengecap suka sesaat.. mengecap duka demikian lama. Semua harus dijalani..ini hidup harus dihadapi.
   Semua peristiwa pasti ada hikmahnya, tak ada kesuksesan tanpa ujian. Allah Maha Adil, dan Allah sangat sayang dengan hambaNya. Dia membiarkan air mata terus mengalir, Dia membiarkan hambaNya terus meratap, hanya agar hambaNya terus mengingat Nya. Bagaimana jika Dia memberikan tawa?bahagia tanpa henti? Apakah hambaNya akan terus mengingatNya? akan terus bersyukur?
    Pun do'a tidak sempurna, pun ratapan itu terasa hambar... namun tidak bagi Allah. Dia Yang Mengetahui yang terbaik bagi hambaNya. Apakah itu sekarang atau nanti, apakah di dunia atau di akhirat. Kita bisa mengatakan tidak, kita bisa beribu kali menolak, kita bisa mengatakan jijik namun apakah kita tahu bahwa yang kita katakan tidak, kita tolak dan kita jijik itu baik untuk kita? Kita boleh menjauh, menghindar...namun bagaimana jika Allah mendekatkan dan menyatukan?
     Kita tak pernah tahu dan tak akan pernah tahu, kadang menjadi amat sangat merasa lelah. Namun Allah tak pernah lelah mengasihi kita, tak pernah lelah mendengar do'a kita yang 'tak sempurna', tak bosan mendengar ratapan kita yang terasa hambar.
     Lelah.. ya lelah... menunggu entah sampai kapan...menangis sampai air mata mengering, meratap hingga tak bersuara. Namun.. jangan sampai Allah hilang dari hati kita, jangan sampai kita berhenti melafazkan Allah apapun yang kita alami..
     Semoga kita diridhoi Allah...Amin ya Rabbal Alamin.

Sabtu, 12 Januari 2013

After 2 years

     Dua tahun sudah berlalu... lama tak menggoreskan kata lagi... sejak kisah roti isi selai blueberry berakhir. Dua tahun bukan tanpa cerita, ada cerita 'iseng' namun ada cerita bidadari kecilku. Bidadari yang kutemukan ditempat baruku, bidadari yang awalnya hanya bisa diam membisu dan tersipu malu.
     Bidadari yang bisa membuatku berdiri dan berjalan tertatih lagi, yang membuatku mulai membuka 'mata'. Namun bidadari itu hanya sekedar lewat, tak hendak berhenti. Banyak yang membuat dia tak berhenti, mungkin salahku.... entah...
      Sampai detik ini masih ku berharap bidadari itu kembali, pun tak mungkin... Ku hanya bisa bermohon pada Pemilik Hati, pada Yang Kuasa meridhoi..Allah SWT. Kalaupun bidadari itu tak kembali ku hanya bisa berserah.. bukan menyerah... berharap Allah memberikan kisah indah di suatu hari....